Pengalaman Menggunakan Layanan Shared Hosting

Apakah shared hosting itu ?

Shared hosting adalah layanan penggunaan satu server hosting yang digunakan bersama oleh beberapa akun (pengguna) pada penyedia jasa hosting. Sedangkan pengertian hosting adalah istilah untuk jasa penyewaan server Internet untuk keperluan website dan email.

Pengalaman Menggunakan Layanan Shared Hosting

Hosting atau bisa disebut juga web hosting umumnya selalu berkaitan dengan internet seperti website, email maupun penyimpanan online. Oleh karena itu, penyewa jasa hosting diberikan akun hosting dengan sejumlah disk space, akses shell/FTP, dll. Pemilik akun tersebut nantinya akan dapat mengupload file-file ke web hosting yang kemudian nanti dapat dilihat oleh pengunjung dalam bentuk website, email, dll.

Berbeda dengan Dedicated Hosting dimana memberikan layanan hosting untuk sebuah server yang dipakai oleh 1 akun saja. Tentu saja harga sewa lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan shared hosting yang harganya murah. Namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya. Namun, saya nggak membahas masalah itu.

Pengalaman Menggunakan Layanan Shared Hosting

Pertama kali membuat blog, saya menggunakan layanan shared hosting, tapi yang gratis alias tidak bayar dengan menggunakan subdomain yang telah disediakan. Masih ingat, kala itu tahun 2004, saya mencoba membuat blog geocities. Waktu itu blog ini cukup terkenal dan banyak yang menggunakan.

Lantas, saya pun mencoba membuat blog dengan domain sendiri dan menggunakan layanan shared hosting.

Dalam catatan yang saya temukan: blog dengan nama satiaji.com saya daftarkan di idwebshost berikut sewa hosting 6 bulan dengan space 25mb, pada 3 September 2005. Untuk cms saya gunakan mamboo yang merupakan cikal bakal joomla.

Namun, perjalanan blog nggak sempurna. Selain koneksi internet masih lemot dan mahal (pakai telkomnet instan 56kb) juga blog pengunjungnya cuma saya sendiri. hehehe (internet masih belum dikenal secara umum).

Pada saat itu, kegiatan ber-internet (lewat warnet) lebih banyak untuk mengakses situs-situs “bisnis online” seperti formulabisnis, milyuner, mediapulsa, voucerkey yang menjanjikan penghasilan online. Tapi nggak berhasil.

Barulah saya mencoba membuat blog serius dengan menggunakan cms WordPress dan menyewa hosting serta membeli domain baru, yaitu lenterakecil.com pada tahun 2011. Lentera Kecil Blog Serius Pertama Kali

Selanjutnya, beberapa kali saya menyewa di berbagai penyedia layanan hosting dan terus membeli domain baru hingga tulisan ini dibuat. Mei 2019. Mengelola 25 Blog Dengan Serius

Jika saya simpulkan, sejak 2005 saya telah beberapa kali menggunakan jasa hosting, selain hosting gratis lainnya. Setidaknya ada 16 hosting yang saya ingat, antara lain:

  1. Idwebhost
  2. Anekahost
  3. Indonix
  4. Jagoanhosting
  5. Rumahweb
  6. Idhostinger
  7. Bluehost
  8. Pangeranhosting
  9. Atriumhosting
  10. Hosting.id
  11. Dhyhost
  12. Jnhost
  13. Klikhost
  14. Indowebsite
  15. Sulissoft
  16. Gignode (VPS)

Dari daftar hosting di atas, ada beberapa yang telah berhenti menggunakan layanan hosting, namun ada juga yang masih sebagai registrar domain saja. Setidaknya 6 hosting masih saya gunakan hingga saat ini untuk menampung 25 website saya.

Tentu saja, masing-masih hosting memiliki kelebihan dan kekurangan entah itu masalah harga, maupun layanan.

Setidaknya artikel ini menjadi arsip online saya dalam pengalaman menggunakan layanan shared hosting dalam mengelola website.

Untuk trik yang saya gunakan dalam memilih hosting, akan saya bahas lain kali.

Artikel Lainnya

About the Author: Kang Andre

Blogger amatir yang mencoba belajar ngeblog dan berbagi pengalaman lewat artikel online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *