Pernahkah Anda bercermin atau melihat foto diri sendiri, lalu menyadari ada bagian rambut menipis di area tertentu? Bisa di garis depan rambut, puncak kepala, atau bahkan di sisi tertentu. Tapi, karena Anda bisa menutupinya dengan gaya rambut, maka masalah ini dianggap sepele.
Bagi Anda profesional, baik itu pemimpin atau bahkan public figure, munculnya pitak tentunya akan mengganggu citra profesional. Apalagi dengan mengabaikannya, masalah pitak bisa melebar yang membuat penanganan semakin sulit dan perlu biaya tinggi.
Tidak ingin rugi waktu dan biaya dalam perawatan rambut yang pitak? Mulailah dengan mengenali pola pitak, perawatan, hingga tindakan medis yang perlu dilakukan secara tepat ini.
Mengenal Berbagai Pola Pitak pada Rambut
Setiap pitak memiliki pola yang berbeda dan bisa Anda lihat secara langsung. Mana pola pitak yang sedang Anda alami saat ini, cek perbedaannya berikut:
1. Pitak Berpola (Androgenetik)
Saat mengalami pitak berpola, rambut menipis di area tertentu secara bertahap dengan pola yang khas. Mayo Clinic menyebut androgenetik alopecia sebagai penyebab kebotakan yang paling umum ini dan biasanya berkembang perlahan.
Pada pria, penipisan biasanya dimulai dari garis rambut bagian depan yang semakin mundur atau area puncak kepala (crown). Seiring waktu, kedua area tersebut dapat semakin lebar hingga membentuk pola kebotakan yang luas.
Sementara itu, pada wanita, rambut umumnya menipis secara bertahap di belahan rambut dan bagian tengah atas kepala, dengan kepadatan rambut yang semakin berkurang.
2. Pitak Bercak Acak (Alopecia Areata)
Tipe pitak atau botak ini terjadi saat sistem imun menyerang folikel rambut. Alopecia areata biasanya muncul sebagai bercak botak secara tiba-tiba dan tidak mengikuti pola tertentu.
Bentuk umumnya adalah bulat atau oval, berukuran kecil hingga lebih besar, dengan permukaan kulit kepala yang tampak halus. Bercak dapat muncul hanya satu atau beberapa sekaligus, kemudian melebar atau bergabung dengan bercak lainnya.
3. Pitak Akibat Tarikan/ Trauma (Traction)
Ada juga pitak yang terjadi akibat tarikan atau tekanan berulang dalam waktu yang lama. Biasanya terjadi akibat Anda sering menggunakan gaya rambut ketat, seperti ponytail, kepang, cornrow, atau pemakaian rol rambut yang memberikan tekanan terus menerus.
Bentuk kerontokannya biasanya mengikuti area yang paling sering mengalami tarikan, sehingga sering terlihat di sepanjang garis rambut bagian depan dan sisi kepala. Pada tahap awal, rambut dapat terlihat menipis dan patah di area tersebut.
Faktor Pemicu Rambut Menipis di Area Tertentu
Banyak hal yang dapat memicu Anda mengalami rambut menipis hingga pitak. Berikut ini faktor pemicu lengkapnya yang bisa Anda kenali lebih dalam:
1. Penyakit Autoimun
Anda yang mengalami pitak berupa bercak acak, biasanya timbul karena alopecia areata. Penyakit autoimun ini biasanya memicu munculnya pitak tersebut, karena sistem kekebalan tubuh keliru menyerang folikel rambut sehingga membuat rontok di area tertentu.
2. Faktor Keturunan atau Riwayat Keluarga
Selanjutnya, untuk kebotakan androgenetik alopecia lebih sering disebabkan oleh riwayat pitak yang sama dalam keluarga. Baik itu dari pihak ibu maupun ayah, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi yang serupa.
3. Stres Fisik atau Emosional
Penyebab rambut pitak juga dapat dipicu stres fisik maupun emosional. Mayo Clinic menjelaskan bahwa kejadian seperti sakit berat, operasi, penurunan kondisi tubuh, atau tekanan emosional membuat rambut memasuki fase istirahat lebih cepat, sehingga rambut mengalami kerontokan menyeluruh.
4. Perubahan atau Gangguan Hormon
Anda yang mengalami gangguan hormon dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Beberapa gangguan hormon dialami saat hamil, bersalin, menopause, atau memiliki gangguan kelenjar tiroid dapat membuat rambut mudah rontok atau tumbuh lebih tipis.
5. Kekurangan Nutrisi
Apakah Anda sibuk bekerja sehingga kurang mendapatkan protein, zat besi, dan nutrisi penting lainnya? Inilah faktor pemicu rambut rontok. Pola makan yang buruk, terutama kekurangan zat besi dan protein berkontribusi besar terhadap rambut menipis di area tertentu.
6. Infeksi Jamur pada Kulit
Pemicu lain yang cukup berbahaya adalah infeksi jamur pada kulit kepala. Infeksi ini dapat memicu peradangan di kulit kepala yang mengganggu pertumbuhan rambut, bahkan kondisi yang berat membuat terbentuknya jaringan parut yang menyumbat folikel rambut sehingga sulit tumbuh kembali.
7. Perawatan Rambut yang Terlalu Agresif
Anda yang sering melakukan hair treatment berlebihan atau agresif juga membuat rambut mudah rusak, patah, hingga rontok parah. Alat panas seperti hot oil treatment, pengering rambut, dan penataan rambut berlebih adalah faktor pemicu utamanya.
Bagaimana Cara Mengatasi Rambut yang Menipis?
Mulai takut dengan pitak yang semakin melebar dan mengganggu penampilan? Beberapa solusi untuk atasi kebotakan berikut dari perawatan hingga langkah medis perlu Anda cermati:
1. Rawat Rambut secara Lembut
Perawatan sehari-hari rambut Anda harus dibuat lebih lembut, bukan semakin agresif. Mulailah dengan menyisir rambut dengan pelan, gunakan sisir bergigi jarang, dan kurangi gaya rambut terlalu ketat seperti ponytail atau kepang.
2. Selalu Lindungi Kulit Kepala
Ketika rambut pitak, kulit kepala menjadi lebih terbuka sehingga perlu perlindungan ekstra. Anda dapat menggunakan topi atau penutup kepala untuk menghindarinya dari paparan sinar matahari dan lingkungan, agar rambut kembali tumbuh.
3. Pemakaian Bahan Alami Penumbuh Rambut
Untuk membantu rambut yang menipis, Anda dapat mempertimbangkan bahan alami atau herbal sebagai perawatan pendamping. Misalnya, menggunakan minyak rosemary ke kulit kepala dengan rutin.
4. Tindakan Medis Lebih Lanjut
Jika Anda mengalami pitak yang meluas, hair restoration menjadi salah satu pilihan medis, terutama kerontokan yang bersifat menetap seperti androgenetic alopecia.
Salah satu prosedur yang umum dilakukan adalah transplantasi rambut, yaitu mengambil folikel rambut sehat dari donor, kemudian memindahkan ke area yang menipis atau mengalami kebotakan.
Dari Diagnosis hingga Perawatan, Atasi Pitak Bersama Farmanina Hair & Aesthetic Clinic

Ketika rambut terus menipis atau pitak tidak kunjung membaik, tindakan medis lebih lanjut dapat dipertimbangkan. Namun, langkah ini sebaiknya perlu mendapat diagnosis dan evaluasi agar perawatan yang dipilih sesuai dengan penyebabnya, seperti yang bisa Anda dapatkan di Farmanina Hair & Aesthetic Clinic.
Setelah berkonsultasi dan mendapatkan diagnosis dari dokter ahli, jika hair transplant dinilai menjadi pilihan yang sesuai, Anda dapat menjalani prosedurnya. Di Farmanina Hair & Aesthetic Clinic Anda dapat menjalaninya dengan metode Direct Hair Implantation (DHI).
Metode DHI di Farmanina telah bersertifikat dengan tingkat keberhasilan hingga 97% berdasarkan bukti ilmiah. Prosedur tanem rambut dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan kondisi folikel secara proper agar hasilnya maksimal.
Kebutuhan transplantasi dihitung dari jumlah helai rambut yang diperlukan, bukan lagi paket, sehingga biayanya menyesuaikan. Bahkan, Anda yang pernah menjalani transplantasi di klinik lain tapi hasilnya kurang optimal dapat mengikuti layanan Farmanina Care.
Kini, Anda tidak perlu transplant di Turki. Farmanina hadir membawa layanan hair transplant dari London ke Indonesia, sudah bersertifikat dengan metode DHI. Rambut menipis di area tertentu bisa Anda atasi sekarang juga dengan mulai konsultasi!
Referensi:
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12423-alopecia-areata
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hair-loss/symptoms-causes/syc-20372926
- https://www.halodoc.com/artikel/penyebab-pitak-autoimun-dan-faktor-lainnya-yang-wajib-tahu?srsltid=AfmBOop-2jHE07ggrdRyhCsYoRMajMEiWrCfnUmH9i2z6QzPyrpLXIIL
- https://www.alodokter.com/pitak-kenali-penyebab-dan-cara-menangananinya
