Sebelum mengetahui bagaimana cara menurunkan Spam Score (SS) blog yang tinggi, sebaiknya mengetahui apa itu spam score menurut MOZ. Sering kali saya membaca artikel-artikel tentang SS ini selalu dikaitkan dengan backlink yang buruk serta dengan jumlah yang banyak, atau dianggap sama dengan kriteria spam menurut Google. Kebetulan saya baru memberi domain fresh namun memiliki spam skor yang tinggi yaitu 58%.

Apa itu Spam Score?

Menurut MOZ, spam Score adalah persentase situs apakah dianggap layak (baik) atau tidak (buruk). Pada dasarnya algoritma yang digunakan MOZ serupa (tidak sama persis) dengan algoritma Google yang menyebabkan situs terkena hukuman dan dilarang sehingga tidak diindeks Google. Google melihat banyak situs dibuat secara eksplisit untuk menipu pengguna, dan praktik inilah yang Google perangi setiap hari.

Jika Google memiliki algoritma terhadap situs spam, maka MOZ pun memiliki algoritma juga. Setidaknya ada 27 kriteria (algoritma) persentase spam score sebuah situs. Namun, MOZ juga menegaskan bahwa Skor Spam yang tinggi tidak berarti situs tersebut berisi spam. Untuk itu pemilik situs harus melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kualitas dan relevansi situsnya. Skor spam juga berpengaruh pada skor DA MOZ

  • Skor 1% -30% dianggap sebagai Skor Spam Rendah.
  • Skor 31%-60% dianggap sebagai Skor Spam Sedang.
  • Skor 61%-100% dianggap sebagai Skor Spam Tinggi.

Spam Score Tinggi

Penyebab Spam Score Tinggi

Banyak orang menganggap bahwa backlink atau tautan balik merupakan penyebab spam score tinggi. Padahal sudah dijelaskan di laman MOZ

Penting untuk diingat bahwa Skor Spam BUKAN merupakan ukuran spam dari tautan yang mengarah ke situs Anda. Ini TIDAK tergantung pada profil backlink Anda, tetapi mewakili persentase situs dengan fitur serupa dengan situs yang Anda teliti yang kami temukan dihukum atau dilarang oleh Google.

Dengan demikian menolak tautan (disavow link) bukanlah strategi terbaik untuk menurunkan MOZ spam score. Hal ini berarti bahwa Skor Spam sepenuhnya didasarkan pada bagaimana pemilik situs itu sendiri dalam hal pengaturan, fitur dan konten situsnya.

Seperti pengalaman saya beberapa waktu yang lalu. Ketika akan membeli sebuah domain baru, mencoba mencari nama domain di sebuah registrar yaitu Kabar123.com. Dan nama itu masih bisa didaftarkan. Saya pikir domain tersebut benar-benar fresh, namun setelah saya beli dan membangun sebuah blog, beberapa hari kemudian iseng-iseng saya coba cek DA&PA – nya. Saya kaget ternyata memiliki spam score yang cukup tinggi. Ternyata domain tersebut pernah digunakan dan tidak diperpanjang. Padahal itu sudah 6 tahun tidak digunakan lagi.

Saya cek backlink-nya cuma ada 3 dan itu pun bukan berasal dari blog spam. Artinya memang bukan backlink penyebab skor spam tinggi. Sudah terlanjur digunakan, maka saya pun berusaha mengikuti algoritma MOZ agar score spam turun.

Kabar123.com

Cara Menurunkan Spam Score Tinggi

Sebelumnya perlu diketahui juga bahwa MOZ melakukan update Spam Score setiap tiga bulan sekali. Namun MOZ juga tidak menjamin bahwa skor akan berubah. Skor Spam hanya akan berubah jika perayap MOZ ( rogerbot atau dotbot) mendeteksi perubahan yang dipengaruhi oleh 27 sinyal MOZ untuk menilai sebuah situs.

Berikut ini 27 sinyal MOZ yang dapat mempengaruhi spam score sebuah situs:

  1. Jumlah halaman yang ditemukan sedikit. Perayap MOZ hanya menemukan sejumlah kecil laman di domain ini. Kenyataan banyak situs spam memiliki jumlah halaman yang sedikit, oleh karena itu ada korelasinya. (mungkin ini hal menyebabkan domain baru saya memiliki skor yang tinggi karena hanya ditemukan 3 halaman saja di web-archive)
  2. Default ke HTTPS. HTTPS seringkali merupakan sinyal kepercayaan yang baik. Untuk versi HTTP arahkan otomatis ke HTTPS sebagai defaultnya.
  3. Penggunaan Meta Kata Kunci. Halaman yang menggunakan meta tag “kata kunci” lebih cenderung dianggap situs spam daripada yang tidak.
  4. Rel Canonical. Memanfaatkan tag rel=canonical non-lokal sering dikaitkan dengan spam.
  5. Panjang Elemen Judul. Halaman dengan judul yang sangat panjang atau sangat pendek dikorelasikan dengan situs spam.
  6. Panjang Meta Deskripsi. Halaman dengan tag deskripsi meta yang sangat panjang atau sangat pendek dikorelasikan dengan situs spam.
  7. Panjang Meta Kata Kunci. Halaman dengan tag kata kunci meta yang sangat panjang sering ditemukan di situs spam.
  8. Panjang URL. Halaman spam sering kali memiliki panjang jalur URL pendek atau panjang yang tidak normal.
  9. Jumlah Domain yang Tertaut. Situs spam lebih cenderung memiliki domain unik yang sangat tinggi atau rendah yang ditautkan.
  10. Jumlah Outlink Eksternal. Situs spam lebih cenderung memiliki tautan eksternal tinggi atau rendah yang tidak normal.
  11. TLD berkorelasi dengan domain spam. Domain tingkat atas tertentu (misalnya .download .stream .win .biz) lebih sering dikaitkan dengan situs berisi spam.
  12. Panjang nama domain. Panjang subdomain dan domain root mirip dengan yang digunakan oleh situs spam.
  13. Nama domain berisi angka. Karakter numerik yang disertakan dalam nama domain sering dikaitkan dengan situs spam.
  14. Google Font API Present – Domain yang tidak menggunakan font khusus (mis. Google Font API) lebih cenderung menjadi situs spam. Kurangnya fitur font khusus ini biasa terjadi di antara situs spam yang kami temukan.
  15. Google Pengelola Tag – Google Pengelola Tag hampir tidak pernah ada di situs spam. ( Kiat untuk Investigasi – Google Pengelola Tag adalah alat gratis yang memungkinkan pengguna mengelola tag di situs mereka (seperti kode pelacakan Google Analytics).
  16. Doubleclick Present – Tag iklan Doubleclick hampir tidak pernah ada di situs spam.
  17. Ada Nomor Telepon – Situs spam jarang memiliki nomor telepon asli di halaman mereka. ( Kiat untuk Investigasi – Pastikan untuk memverifikasi bahwa ada nomor telepon yang tercantum di situs Anda.)
  18. Tautan ke LinkedIn – Hampir tidak ada situs spam yang memiliki halaman LinkedIn terkait, sehingga kekurangan fitur ini berkorelasi dengan spam. ( Tips untuk Investigasi – Jika perusahaan Anda menggunakan LinkedIn, periksa apakah tautan ke halaman LinkedIn Anda ada di situs Anda.)
  19. Alamat Email – Alamat email hampir tidak pernah ada di situs spam. ( Kiat untuk Investigasi – Pastikan untuk memverifikasi bahwa ada email kontak yang dicatat di situs Anda.)
  20. Peringkat Kunjungan – Situs web dengan kunjungan yang sangat sedikit di panel aliran klik lebih sering menjadi spam daripada situs web dengan jumlah kunjungan yang tinggi.
  21. Ikon Browser – Situs spam jarang menggunakan favicon; situs non-spam sering melakukannya. ( Kiat untuk Investigasi – Favicon adalah ikon kecil yang muncul di tab browser saat situs Anda dibuka. Ikon ini juga digunakan saat situs Anda disimpan sebagai bookmark.)
  22. Piksel Facebook – Piksel pelacakan Facebook hampir tidak pernah ada di situs spam.
  23. Rasio Tautan Eksternal ke Konten – Situs spam lebih cenderung memiliki rasio tautan ke konten yang tidak normal.
  24. Vokal/Konsonan dalam Nama Domain – Situs spam sering kali memiliki banyak vokal atau konsonan berurutan dalam nama domainnya.
  25. Tanda hubung dalam Nama Domain – Situs spam lebih cenderung menggunakan beberapa tanda hubung dalam nama domain mereka.
  26. Kehadiran Kata-Kata Racun – Situs spam sering menggunakan kata-kata spesifik yang terkait dengan topik webspam seperti obat-obatan, konten dewasa, game, dan lain-lain.
  27. Menggunakan Teks Jangkar BPK Tinggi – Situs spam sering kali menggunakan kata-kata tertentu dalam teks jangkar tautan keluar yang terkait dengan topik webspam seperti obat-obatan, konten dewasa, permainan, dan lain-lain.

Catatan pribadi:

Apakah skor spam yang tinggi atau rendah akan berpengaruh ke hasil pencarian Google? Saya jawab tidak, karena ini merupakan hasil MOZ bukan Google. Namun skor spam juga terkadang bisa menjadi kriteria bagi pemasang iklan, content placement untuk bekerja sama. Monetisasi blog bisa terhalang gara-gara skor spam yang tinggi.

 

Cara Menurunkan Spam Score MOZ Tinggi

Bagikan:

Kang Andre

Blogger amatir yang mencoba belajar ngeblog dan berbagi pengalaman lewat artikel online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.