Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, dengan target nasional pembangkit listrik tenaga surya sebesar 4,68 GW pada tahun 2030. Untuk mencapai target ambisius ini, diperlukan kolaborasi antara pelaku industri dalam negeri dengan produsen teknologi global.
Solar Depot mengambil langkah strategis dengan menjalin kemitraan distribusi dengan SEG Solar, produsen modul fotovoltaik (PV) terkemuka asal Amerika Serikat.
Kolaborasi strategis ini bertujuan mempercepat ketersediaan serta adopsi solusi energi surya di Indonesia, mencakup sektor utilitas, komersial, hingga residensial. Melalui kemitraan ini, Solar Depot akan mensinergikan pengalaman serta luasnya jaringan investasi nasional guna memperkokoh posisi SEG di pasar Indonesia.
Founder dan Chairman ATW Group, Antonius Weno, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan besarnya potensi energi surya di Indonesia. Kemitraan dengan SEG diharapkan dapat meningkatkan pilihan solusi bagi konsumen serta mendukung perkembangan industri PV dalam negeri.
Rekam jejak Solar Depot yang telah menangani proyek investasi energi surya lebih dari 80 MW di Indonesia menjadi modal kuat dalam kemitraan ini.
SEG sendiri telah menunjukkan komitmen investasinya di Indonesia melalui kesepakatan sewa lahan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan investasi senilai USD 500 juta untuk pembangunan fasilitas produksi sel surya. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi bagi industri surya global.
Bagi Solar Depot, kemitraan dengan SEG Solar memperkuat posisinya sebagai distributor komponen surya terpercaya yang menyediakan produk dari produsen global ternama. Setiap produk yang dihadirkan Solar Depot dipilih secara selektif berdasarkan kualitas, performa, dan keandalan agar sistem PLTS dapat beroperasi optimal untuk berbagai aplikasi.
Dengan portofolio produk yang semakin lengkap, Solar Depot siap mendukung percepatan transisi energi di Indonesia, dari proyek skala rumah tangga hingga proyek infrastruktur berskala besar.
