AHA (Alam Hijau Anagata) Token Kripto Ramah Lingkungan. Saat ini penambangan mata uang kripto mulai menjadi tren di dunia investasi. Menurut catatan Growth Coinvetsasi pada akhir 2021 telah ada lebih dari 300 juta pengguna kripto di seluruh dunia, serta bisnis telah menerima pembayaran melalui mata uang kripto diperkirakan ada lebih dari 18.000. Namun, mata uang kripto atau cryptocurrency ini ternyata tidak ramah lingkungan.

Token Kripto Ramah Lingkungan

Mengapa ada token kripto yang tidak ramah lingkungan? Penambangan mata uang kripto butuh banyak sumber energi listrik yang berasal dari bahan bakar batu bara, sehingga mata uang kripto atau cryptocurrency disebut memiliki efek negatif terhadap lingkungan.

Token kripto berasal dari platform-platform yang didirikan di atas jaringan blockchain sehingga token mewakili apa yang dimiliki pemegangnya. Sedangkan yang bertindak sebagai mata uang digital dalam kripto adalah koin untuk digunakan melakukan berbagai transaksi atau disimpan.

Lalu, adakah token kripto yang ramah lingkungan? Seiring meningkatnya investasi terhadap mata uang kripto, maka mulai bermunculan token kripto ramah lingkungan dengan mengusung misi pengurangan emisi karbon. Salah satunya adalah AHA token ramah lingkungan.

Token Alam Hijau Anagata (AHA) merupakan token ramah lingkungan karena memiliki tujuan untuk mengawasi transisi energi serta memiliki kontribusi terhadap proyek energi hijau seperti perdagangan karbon, konservasi pengolahan air dan udara, maupun entitas lainnya yang punya nilai bisnis.

Token Alam Hijau Anagata (AHA) merupakan token kripto asli Indonesia AHA ini yang resmi diluncurkan pada Desember 2021 untuk pengurangan karbon dioksida (CO2) sehingga memiliki harapan untuk menjadi token terbesar dan terpercaya di Indonesia.

Harga 1 token AHA yang dipatok 0.0035 BUSD sedang dalam tahapan pre sale mulai 1 Maret 2022 hingga 20 April 2022. Public sale token ini akan dibuka mulai 22 April 2022.

Selain itu, AHA token ramah lingkungan ini akan mendukung proyek hijau di seluruh dunia dengan nilai ekonomi berkelanjutan di masa depan. Dalam 5 tahun ke depan, token Anagata akan fokus untuk berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan di Indonesia yang fokus untuk mencapai energi campuran 23% dari energi terbarukan pada tahun 2025, sesuai target pemerintah.

Proyek Solar PV dan Carbon Trade Platform akan menjadi fokus token Anagata sebagai proyek yang mendasari. Sebagai negara yang berada di bawah garis khatulistiwa, Indonesia memiliki potensi proyek PLTS sebesar 207 GW dengan estimasi nilai USD +140 miliar dan pengurangan CO2 miliaran ton.

Keunggulan Token AHA

Token Alam Hijau Anagata (AHA) menggunakan teknologi Binance Smart Chain (BSC) yaitu generasi yang aman, terjamin, dan menghasilkan, sebagai token investasi, transaksi, dan donasi untuk:

  • Investasi Green Initiative seperti: Green Energy Project, Green Sustainable Project, Green Social Project.
  • Transaksi untuk perdagangan karbon dan gamifikasi
  • Pengumpulan donasi jaringan.

Beberapa keunggulan lain dari Token Alam Hijau Anagata (AHA), antara lain:

  • token AHA diperdagangkan dengan token dan koin yang relatif stabil di pasar,
  • transaksi jual beli yang mudah
  • aman dan rahasia karena terhubung dengan sistem yang terdesentralisasi.

 

Manasuka – AHA Token Kripto Ramah Lingkungan

Bagikan:

Kang Andre

Blogger amatir yang mencoba belajar ngeblog dan berbagi pengalaman lewat artikel online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.